Jajaran Komisaris dan Direksi Lippo Cikarang Dirombak Optimistis Perkuat Pertumbuhan Properti

RUBRIKBEKASI.COM, Cikarang Pusat – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) resmi memperbarui susunan Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, termasuk capaian kinerja keuangan dengan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA sebesar Rp381,3 miliar.

Selain pengesahan laporan tahunan, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang efektif berlaku sejak ditutupnya RUPST tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Adapun susunan terbaru Dewan Komisaris yakni Didik Junaedi Rachbini sebagai Presiden Komisaris Independen, Hadi Cahyadi sebagai Komisaris Independen, serta Charles Rigoux dan George Raymond Zage III sebagai Komisaris.

Sementara jajaran Direksi terdiri dari Agus Arismunandar sebagai Presiden Direktur, Marshal Martinus Tissadharma sebagai Direktur, dan Indryanarum sebagai Direktur.

Manajemen Lippo Cikarang menyampaikan optimisme atas bergabungnya jajaran baru tersebut. Perseroan meyakini kolaborasi dan kepemimpinan para profesional tersebut akan memberikan nilai tambah signifikan dalam mendorong pertumbuhan bisnis, khususnya di sektor properti yang dinilai masih memiliki prospek menjanjikan.

“Sepanjang tahun 2025, pendapatan Perseroan ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial atau ruko, serta penjualan lahan industri. Selain itu, segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan juga turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan,” ujarnya dalam rilis yang diterima RMOLJabar, Selasa, 12 Mei 2026.

Lippo Cikarang mencatat EBITDA positif sebesar Rp381,3 miliar dengan EBITDA margin sebesar 8 persen terhadap total pendapatan.

Pada RUPST tahun ini, pemegang saham juga menyetujui dan meratifikasi partisipasi Perseroan dalam program 3 juta rumah melalui hibah lahan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

“Program itu bertujuan membantu mengatasi backlog perumahan nasional, memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendorong sektor perumahan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Koridor Cikarang–Bekasi, termasuk kawasan Meikarta, dipilih sebagai lokasi pengembangan karena dinilai strategis sebagai pusat industri nasional dengan kebutuhan hunian yang tinggi serta didukung konektivitas infrastruktur yang terintegrasi.

“Perseroan menegaskan bahwa penghibahan lahan dilakukan dengan mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG),” bebernya.

Selain sebagai kontribusi sosial, langkah tersebut juga dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk membuka potensi nilai kawasan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pertumbuhan permintaan produk residensial dan komersial di sekitarnya.

Dengan demikian, partisipasi Perseroan diharapkan tidak hanya mendukung agenda pembangunan nasional, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan bagi kawasan dan seluruh pemangku kepentingan. (RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *