Efisiensi Menguat, Lippo Cikarang Bukukan EBITDA Rp318 Miliar di Semester I 2026

RUBRIKBEKASI.COM, Cikarang Pusat – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menunjukkan penguatan kinerja operasional sepanjang semester pertama 2026. Di tengah dinamika pasar properti, Perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas dengan mencatat EBITDA sebesar Rp318 miliar atau tumbuh signifikan dari sisi margin menjadi 20%, dibandingkan 13% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan margin EBITDA tersebut menjadi salah satu indikator positif kinerja LPCK pada paruh pertama tahun ini. Efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang lebih disiplin turut menopang kemampuan Perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis.

Selain EBITDA, LPCK juga membukukan laba kotor sebesar Rp511 miliar pada 1H26. Margin laba kotor meningkat menjadi 31%, dari sebelumnya 21% pada semester pertama 2025.

Bacaan Lainnya

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis Perseroan tidak hanya berasal dari sisi penjualan, tetapi juga disertai dengan perbaikan kualitas margin.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Agus Arismunandar mengatakan dari sisi pendapatan, LPCK mencatat revenue sebesar Rp1,62 triliun pada 1H26. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp779 miliar, disusul unit komersial Rp330 miliar serta jasa pengelolaan kota sebesar Rp262 miliar.

“Ketiga segmen tersebut secara keseluruhan memberikan kontribusi sekitar 84% terhadap total pendapatan Perseroan,” ungkap dia, Jumat (31/7).

Penguatan fundamental bisnis LPCK juga tercermin dari pencapaian pra-penjualan atau marketing sales yang mencapai Rp902 miliar sepanjang semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 14% dibandingkan Rp791 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Realisasi tersebut telah mencapai 53% dari target marketing sales tahunan Perseroan yang ditetapkan sebesar Rp1,70 triliun,” ungkapnya.

Menariknya, sektor residensial masih menjadi motor utama penjualan. Produk rumah tapak menyumbang sekitar 69% dari total pra-penjualan pada 1H26.

Secara keseluruhan, LPCK mencatat penjualan sebanyak 956 unit selama enam bulan pertama tahun ini. Sejumlah proyek menjadi penopang utama kinerja tersebut, antara lain Cendana Suites @ The Patio, NEO 5enses, dan The Allegra @ Casa De Lago.

“Kinerja penjualan juga diperkuat melalui peluncuran sejumlah produk baru, seperti QXYZ Phase 6 yang mencakup Neo North & Patio serta Imagi Collection yang dipasarkan melalui @Neo dan @The Patio,” kata dia.

Ia menilai capaian semester pertama menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk Perseroan masih terjaga.Menurutnya, keberhasilan merealisasikan 53% target tahunan dalam enam bulan pertama menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menjaga momentum hingga akhir tahun.

“Pencapaian 53% dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami,” ujar Agus.

Ia mengatakan, Perseroan akan terus menjaga momentum pertumbuhan dengan memperhatikan kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan.

“Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan,” katanya.

Optimisme tersebut juga sejalan dengan pandangan Perseroan terhadap prospek pasar properti, terutama segmen hunian terjangkau maupun premium. Permintaan di kedua segmen tersebut dinilai masih memiliki prospek yang positif dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi pertumbuhan pra-penjualan, peningkatan margin laba kotor, serta EBITDA yang tetap positif, LPCK memasuki paruh kedua 2026 dengan fondasi bisnis yang relatif kuat.

“Tantangan berikutnya adalah mempertahankan laju penjualan sekaligus memastikan pertumbuhan tersebut terus menghasilkan peningkatan profitabilitas hingga akhir tahun,” tandasnya. (RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *