Meikarta Tawarkan Cicilan Mulai Rp1,7 Jutaan, Nominal Tetap hingga Lunas

RUBRIKBEKASI.COM, Cikarang Pusat – Hunian di kawasan Bekasi dan Cikarang semakin menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal dengan akses dekat ke pusat industri dan aktivitas ekonomi.

Di tengah tingginya harga hunian di Jakarta, kawasan Koridor Timur Jakarta dinilai menawarkan alternatif bagi masyarakat, khususnya pekerja yang beraktivitas di wilayah Bekasi, Cikarang dan sekitarnya.

Riset Indonesia Property Watch yang dirilis pada awal 2026 mencatat Bekasi sebagai salah satu wilayah yang banyak diminati pencari hunian sepanjang 2025. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap hunian dengan harga yang lebih terjangkau serta lokasi yang mendukung mobilitas sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Melihat peluang tersebut, Meikarta menghadirkan alternatif skema pembiayaan dengan cicilan mulai sekitar Rp1,7 jutaan per bulan dan nominal cicilan yang disebut flat hingga lunas.

Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Meikarta, Indra Azwar mengatakan, keputusan masyarakat dalam memilih hunian saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor harga.

Menurutnya, lokasi, aksesibilitas, kedekatan dengan tempat kerja serta kemampuan membayar cicilan dalam jangka panjang menjadi pertimbangan penting calon konsumen.

“Dalam memilih hunian, masyarakat tentu tidak hanya mempertimbangkan harga. Lokasi, akses menuju tempat kerja, serta kemampuan mengelola cicilan dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting,” kata Indra, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai, posisi Cikarang sebagai salah satu pusat kawasan industri turut meningkatkan kebutuhan terhadap hunian yang berada tidak jauh dari pusat aktivitas ekonomi.Karena itu, Meikarta menawarkan skema cicilan mulai sekitar Rp1,7 jutaan per bulan dengan pembayaran yang disebut tetap hingga masa kredit berakhir.

Menurut Indra, kepastian nominal cicilan dapat membantu masyarakat menyusun perencanaan keuangan karena pengeluaran untuk kebutuhan hunian dapat diproyeksikan sejak awal.

“Kami ingin memberikan pilihan yang lebih mudah direncanakan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasan yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Cicilan sekitar Rp1,7 jutaan yang flat hingga lunas diharapkan dapat membuat perencanaan kepemilikan hunian menjadi lebih terukur,” ujarnya.

Meski demikian, besaran cicilan yang harus dibayarkan setiap konsumen tetap bergantung pada unit yang dipilih, besaran uang muka, tenor pembiayaan serta hasil evaluasi dan persetujuan pihak pemberi pembiayaan.

Indra menambahkan, pertumbuhan kawasan industri dan pusat ekonomi di Cikarang menciptakan kebutuhan hunian bagi pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut.

“Kepemilikan hunian bukan hanya tentang membeli sebuah unit, tetapi juga memilih tempat untuk membangun kehidupan,” katanya.

Ia berharap skema pembiayaan yang ditawarkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk memiliki hunian sekaligus membantu mereka mengatur keuangan dalam jangka panjang.

“Karena itu, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi melalui skema cicilan yang lebih mudah direncanakan,” tandasnya. (RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *