RUBRIKBEKASI.COM, Cikarang Selatan – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Aryaduta Menteng, Jakarta.
Dalam RUPSLB yang dilaksanakan secara hybrid, yakni secara fisik dan elektronik, pemegang saham menerima pengunduran diri Charles Rigoux dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan.
RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris LPCK. Ketut menggantikan Charles Rigoux dan meneruskan sisa masa jabatan komisaris sebelumnya, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB.
Perseroan menyebut surat pengunduran diri Charles Rigoux telah diterima pada 17 Juli 2026 dan informasi tersebut telah disampaikan kepada publik melalui keterbukaan informasi pada 20 Juli 2026.
Melalui RUPSLB tersebut, Perseroan sekaligus menegaskan kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang akan menjalankan masa jabatan hingga berakhirnya masa jabatan pada penutupan RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada 2029.
Adapun susunan Dewan Komisaris LPCK kini terdiri dari Didik Junaedi Rachbini sebagai Presiden Komisaris Independen, Hadi Cahyadi sebagai Komisaris Independen, Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris, serta George Raymond Zage III sebagai Komisaris.
Sementara jajaran Direksi terdiri dari Agus Arismunandar sebagai Presiden Direktur, Marshal Martinus Tissadharma sebagai Direktur, dan Indryanarum sebagai Direktur.
Manajemen LPCK menyambut perubahan susunan kepemimpinan tersebut dengan optimisme. Perseroan menilai pengalaman, kompetensi, dan kepemimpinan jajaran komisaris serta direksi akan memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dengan susunan manajemen baru tersebut, LPCK menyatakan akan melanjutkan fokus pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, area komersial, dan berbagai fasilitas pendukung secara berkelanjutan.
Perseroan juga berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan melalui inovasi, penguatan kinerja operasional, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dari sisi kinerja, LPCK mencatat hasil positif sepanjang semester I 2026. Pra-penjualan atau marketing sales Perseroan mencapai Rp902 miliar, atau sekitar 53 persen dari target pra-penjualan tahun 2026 sebesar Rp1,70 triliun.
Capaian tersebut tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp791 miliar.
Pertumbuhan pra-penjualan terutama ditopang tingginya minat pasar terhadap produk residensial. Produk rumah tapak menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 69 persen dari total pra-penjualan Perseroan pada semester I 2026.
Selain pertumbuhan pra-penjualan, kinerja operasional LPCK juga tercermin dari capaian EBITDA. Pada semester I 2026, Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar.
Margin EBITDA juga mengalami peningkatan signifikan, dari 13 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 20 persen pada semester I 2026.
Kinerja tersebut menjadi modal bagi LPCK untuk melanjutkan pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis sekaligus memperkuat posisi Perseroan di sektor properti, khususnya dalam pengembangan kawasan hunian dan komersial terpadu. (RED)






