Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Pembentukan Karakter di Kabupaten Bekasi

RUBRIKBEKASI.COM, Cikarang Utara – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Jami At-Taqwa, Ujungharapan, Kecamatan Babelan, menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran masjid dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid tersebut, Selasa (25/8) pagi.

Menurut Asep, keberadaan masjid tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah. Lebih dari itu, masjid memiliki posisi strategis sebagai ruang untuk membangun persaudaraan, menanamkan pendidikan karakter, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Masjid memiliki peran yang sangat penting. Selain tempat beribadah, masjid adalah tempat membangun persaudaraan, pendidikan, kepedulian sosial, dan pembentukan generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia berharap Masjid Jami At-Taqwa Ujungharapan maupun masjid-masjid lainnya di Kabupaten Bekasi dapat terus mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Harapan tersebut dinilai semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan wilayah dan perubahan sosial. Asep menilai kemajuan Kabupaten Bekasi tidak cukup hanya ditandai dengan pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diikuti penguatan karakter masyarakat.

Dalam konteks tersebut, keteladanan Nabi Muhammad SAW dinilai menjadi salah satu landasan penting. Nilai amanah, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta akhlakul karimah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kita untuk kembali melihat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Beliau telah memberikan contoh nyata bagaimana menjadi seorang pemimpin yang amanah, kepala keluarga yang penuh kasih sayang, dan anggota masyarakat yang peduli terhadap sesama,” katanya.

Asep menegaskan, semakin kuat pemahaman masyarakat terhadap keteladanan Rasulullah SAW, semestinya semakin tercermin pula dalam perilaku dan hubungan sosial sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan Kabupaten Bekasi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendirian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan perubahan zaman.

“Pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat,” imbaunya.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus mampu mendorong masyarakat untuk menerjemahkan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan keluarga, lingkungan, hingga kehidupan bermasyarakat.

Menutup sambutannya, Asep mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap penguatan nilai keagamaan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah sehingga Kabupaten Bekasi tumbuh menjadi daerah yang maju, harmonis, dan sejahtera.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi, Camat Babelan beserta jajaran Muspika, Ketua Umum Yayasan At-Taqwa Babelan, Ketua DKM Masjid Jami At-Taqwa Ujungharapan, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *